Senja,Hujan, dan Kamu Selepas Senja sore itu 23 mei 2017 Secangkir susu panas yang masih mengepul Di temani pertichor menyesaki paru-paru Mengobati kekecewaan karena jingga senja Hilang di telan mendung Meski senja tak sepenuhnya hilang Dan hujan tetap saja istimewa Senja,hujan, dan kamu Dalam memo yang telah usang Lapuk termakan rahasia apalagi waktu Bahkan terbuang sia menyemai harap Mengukir rentang tentang kata Yang semoga merangkum temu. Ada hati yang jengah Ada langkah yang lelah Dengan perasaan yang kian mendamba Dengan hasrat yang semakin berharap Dengan rasa yang menuntut menjerat raga. Tanah basah sore itu telah berkata Menjadi pecundang itu melelahkan Katakan iya untuk iya, tidak untuk tidak Rasa itu tak bisa di miliki sendiri Hingga waktu menyadarkan, waktumu habis Dan penyesalan adalah pernyataan klise Seorang pencundang, tak berarti. Hanya saja kamu perlu ingat Kalau saja kumulus bertemu petang kapanpun itu Biarlah gerimis menjadi temp...