Aku termangu kosong di jendela
Yang membiaskan gerimis diluar
Juga rindu yang menyekap melawan takdir
Tidur 1 jam yang lalu menggugah apa yang tak pantas
Rasa lalu yang masih terecap manis
Seolah kini kamu menyemai harap
Walau itu redup, hingga membuatnya tak pasti.
Waktu boleh saja berderu-deru cepat berlalu tanpa jejak
Tapi rasa itu diam beku bersama sendu
Tetap menunggu apa yang belum selesai
Aku tau ini bukan sebuah kesengajaan apalagi keajaiban
Melainkan rencana dari awal, yang diwujudkan dalam bentuk takdir
" Hidup seperti pohon, ia takkan memakan buahnya sendiri, sekalipun orang tak pernah berfikir tentangnya "
Seperti aku, tak peduli ada batas
Tak peduli hatimu terpancang bukan padaku
Sebaik-baiknya hidup
Semoga tetap bisa berarti bagimu.
Penat rasanya semuanya bercampur
Berevolusi menjadi beban yang tak terperi
Kopi malam ini semoga menguapkan semua beban
Kopi ini menyadarkanku, selain cintaku yang terlambat
Ada yang sama-sama pahit
Kopi ini

Komentar
Posting Komentar