17 September 1945-2017, PMI Membangun Masyarakat Tangguh
Badan kemanusiaan Palang Merah Indonesia
kemarin 17 September 2017 atau selisih 30 hari dari kemerdekaan bangsa
Indonesia, genap berusia 72 tahun. Semenjak Palang Merah Indonesia
berdiri tentunya tak terhitung lagi jumlah aksi kemanusiaan yang
bermanfaat bagi semua orang. Berbagai generasi telah merasakan peran
besar PMI di Indonesia, termasuk penulis adalah seseorang yang merasakan
betul peran nyata dari PMI,
Ya. 19
tahun yang lalu Ibu dari penulis mengalami kritis saat proses
persalinan, hingga harus membutuhkan segera tambahan darah, kebetulan
saat itu rumah sakit tempat ibu penulis bersalin sedang kehabisan stok
darah yang bergolongan sama dan pada saat itu lah seorang anggota PMI
berjuang semampunya membawakan orang untuk diambil darahnya lalu di
transfusikan ke ibu penulis, meski pada saat itu jarak yang ditempuh
tidaklah dekat, kagumnya lagi beliau sama sekali tidak meminta imbalan
seperserpun kepada keluarga penulis ataupun rumah sakit. Mungkin jika
tak ada PMI takkan ada penulis dan tulisan ini tentunya.
Nama
PMI mungkin sudah sangat familiar ditelinga masyarakat Indonesia, di
era ini mungkin PMI lebih dikenal sebagai badan yang mengurusi domor
darah dan badan yang terjun saat bencana terjadi, namun penulis yakin
tak banyak yang tau apa itu sesungguhnya PMI. Ya PMI adalah salah satu
badan perhimpunan nasional kemanusiaan yang berlandaskan 7 prinsip
KepalangMerahaan dan Bulan sabit Merah Internasional yaitu, Kemanusiaan,
Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan
Kesemestaan.
Latar belakang
didirikannya PMI juga tak lepas dari kemerdekaan bangsa Indonesia,
takkan pernah ada kemanusiaan jika masyarakat negara itu belum lepas
dari belenggu penjajahan dan sebaliknya takkan pernah ada kemerdekaan
jika masyarakatnya belum menjadikan kemanusiaan diatas segalanya, Karena
sejatinya Kemanusiaan dan Kemerdekaan adalah dua hal yang berkaitan dan
tidak bisa dipisahkan, Palang Merah Indonesia mengabdi untuk
kemanusiaan dan kemerdekaan.
Sebenarnya
jika ditilik sejarahnya lebih lanjut, cikal bakal berdirinya PMI sudah
ada sebelum negara Indonesia merdeka, yaitu pada saat pemerintah
kolonial Belanda pada saat itu membentuk Het-Nederland Indische Rode Kruiz pada 21 Oktober 1873 yang lalu berganti nama menjadi Nederlands Rode Kruiz Afdelinbg Indie (NERKAI).
Nerkai inilah yang memprakarsai Dr RCL Senduk dan Bahder Johan untuk
membuat proposal pembentukan PMI namun ditolak oleh pemerintah kolonial
Belanda pada tahun 1932 dan kembali ditolak oleh pemerintah Jepang pada
tahun 1940. Baru pada pasca kemerdekaan Indonesia, Soekarno memerintah
meteri kesehatan saat itu dr Buntaran Artoatmodjo untuk membentuk suatu
badan perhimpunan nasional kemanusiaan untuk melengkapi struktur
kenegaraan yang baru dibuat sekaligus untuk menunjukan kepada dunia
Internasional bahwa negara Indonesia telah merdeka secara De Facto.
Lalu
pada 17 September 1945 secara resmi Palang Merah Indonesia berdiri
dengan Moh Hatta sebagai ketua umumnya, sehingga Moh Hatta dikenal
sebagai bapak Palang Merah Indonesia. Terbentuknya PMI semakin dikuatkan
oleh Keppres no. 25 pada tanggal 16 Januari 1950 dan Keppres No. 246
pada tanggal 29 November 1963. Secara Internasional PMI diakui oleh
Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada 15 Juni 1950 dan masuk
liga Perhimpunan Nasional ke- 68 oleh Perhimpunan Palang Merah dan bulan
Sabit Merah Internasional (IFRC) pada Oktober 1950. Hingga kini PMI
telah ada di 33 Provinsi, 371 Kabupaten/Kota, 2.654 Kecamatan (data
per-maret 2010).
Kini bisa dikatakan
bahwa PMI adalah satu-satunya badan organisasi kemanusiaan terbesar di
Indonesia yang dalam menjalankan tugasnya berpegang teguh pada 7 Prinsip
Dasar Gerakan, Konvensi Jenewa, dan Pancasila. PMI menjadi badan
kemanusiaan yang dikenal netral dan tidak membeda-bedakan
status,golonga,suku,ras,agama dan perbedaan-perbedaan lain yang menyekat
dalam memberikan pelayanan terbaik, semuanya hanya demi kemanusiaan.
Sesuai dengan kata-kata yang diucapkan oleh bapak Palang Merah dan Bulat
Sabit Merah Internasional, Jean Henry Dunant, Siamo tutti Fratelli. Kita Semua Bersaudara.
Diusia
yang telah mencapai 72 tahun tentunya PMI semakin matang dan menjadi
garda terdepan dalam setiap peristiwa-peristiwa yang membutuhkan uluran
kemanusiaan, seperti saat bencana tsunami Aceh 2004 yang lalu dimana PMI
beserta semua unsur relawan bahu-membahu membangun Aceh seperti sedia
kala, Hingga setiap tanggal 26 desember diperingati sebagai hari
Sukarelawan Nasional. Kiprah PMI tidak hanya dalam negeri namun juga di
Negara lain seperti pada saat ini PMI sedang membuka donasi kemanusiaan
untuk mendirikan rumah sakit di Rohingnya Myanmar (http://donasi.pmi.or.id/).
Pada
HUT PMI ke 72 in PMI mengambil logo seperti gambar diatas, angka 72
melambangkan 72 Tahun perjalanan PMI tentu sudah banyak sekali
pengalaman yang dialami dalam mengabdi untuk tanah air dan masyarakat,
lalu garis lengkung disebelah kiri berpadu dengan angka 2 membentuk
simbol cinta mengartikan PMI senantiasa dicintai oleh masyarakat. Lalu
dilengkapi dengan tagar #MembangunMasyarakatTangguh dengan harapan
masyarakat Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi resiko-resiko
dalam segala aspek bidang berlandaskan kemanusiaan.
Kedepan
tentu tantangan akan semakain berat dan sulit, Mirisnya. 72 Tahun PMI
berdiri PMI bekerja tidak ada perlindungan yang cukup, sudah banyak
kasus dimana relawan PMI harus menjadi sasaran kelompok tertentu
misalnya pada tahun 2013 yang lalu relawan PMI yang sedang dalam
perjalanan mengevakuasi pasien di Pegunungan Jaya Wijaya Papua ditembak
dan gugur (https://www.kaskus.co.id/thread/51fe687f1dd7190d7d00000e/)
tentu berita ini menjadi sangat menyedihkan dimana seorang relawan
harus merelakan nyawanya sia-sia dalam misi kemanusiaan. Jika boleh
memohon maka para staf,pengurus dan sukarelawan PMI termasuk penulis
mendesak kalian para wakil rakyat segera sahkan RUU KepalangMerahaan,
untuk memberikan perlindungan para sukarelawan dalam menjalankan setiap
misi kemanusiaan.
Atas segala kiprah
dan peran PMI di dalam maupun luar negeri tentu saja patut diberi
apresiasi setinggi-tingginya. Dengan segala pengorbanan dan pengabdian
yang tinggi tanpa pamrih kepada masyarakat. Tentu saja bukan hal yang
mudah mencapai umur 72 tahun dan senantiasa mendapat kepercayaan penuh
masyarakat, butuh etos kerja keras yang tinggi dari para staf,pengurus,
dan tentunya semua unsur relawan PMI.
Adalah
suatu kebanggaan bagi seluruh staf,pengurus dan sukarelawan termasuk
penulis menjadi bagian keluarga besar Palang Merah Indonesia, karena
pada dasarnya sebaik-baiknya hidup adalah menjadi bermanfaat bagi orang
lain, dan tujuan utama manusia di bumi hanyalah Dherma dan Dharma.
Selamat hari jadi Palang Merah Indonesia yang ke 72 Tahun, tetaplah
mengabdi tanpa batas untuk tanah air dan kemanusiaan, Jayalah
Indonesiaku, Jayalah selalu Palang Merah Indonesia. " Kebahagiaan anda
tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain, Namun. Bilamana
anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering.
Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami setiap hari dengan
sikap dan tindakan memberi. " -J. Donald Walters.

Komentar
Posting Komentar