Desember
Usiamu kian sesak menanggal
Rindu menggebu-gebu sudah tertinggal
Rasaku yang sudah kau anggap janggal
Berlari mengejar berlomba oleh ajal
Desember
Hujan terlampau membasahi jendela
Intuisiku yang hanya kamu anggap fana
Menikam puisi untuk di tuliskan luka
Agustus lalu yang yang membisukan kata-kata
Untuk akhirnya desember patahkan.
Usiamu kian sesak menanggal
Rindu menggebu-gebu sudah tertinggal
Rasaku yang sudah kau anggap janggal
Berlari mengejar berlomba oleh ajal
Desember
Hujan terlampau membasahi jendela
Intuisiku yang hanya kamu anggap fana
Menikam puisi untuk di tuliskan luka
Agustus lalu yang yang membisukan kata-kata
Untuk akhirnya desember patahkan.

Komentar
Posting Komentar