Bangku kayu nomor lima, bersama ganjil yang berwujud resah
Kata yang membisu, Sendu yang semakin nyeri
Serupa dengan apa yang kamu bisikan sebelum berpisah
Tak usah khawatir,
Aku dan kamu sama-sama percaya takdir
Tinggal aminkan bersama, kita bertemu lagi suatu hari nanti.
Kata yang membisu, Sendu yang semakin nyeri
Serupa dengan apa yang kamu bisikan sebelum berpisah
Tak usah khawatir,
Aku dan kamu sama-sama percaya takdir
Tinggal aminkan bersama, kita bertemu lagi suatu hari nanti.
Stasiun Pekalongan, 12 November 11:10 WIB

Komentar
Posting Komentar