Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Menyalakan Lagi Asa Berbahasa Indonesia

Bahasa Indonesia, Bahasa Yang Kian Marginal Di tanah Sendiri Hakekat manusia yang terlahir sebagai makhluk sosial tentu setiap waktunya selalu membutuhkan interaksi kepada sesamanya. Suatu interaksi akan terjalin dengan lancar apabila tercipta komunikasi yang timbal balik, salah satu kunci agar dapat berkomunikasi adalah dengan mampu berbahasa yang baik agar orang lain dapat menangkap apa yang kita maksud dan sebaliknya kita mampu memahami apa yang di sampaikan oleh orang lain. Tidak salah jika pepatah mengatakan bahwa bahasa adalah pemersatu umat manusia. Kita yang terlahir di Indonesia sebagai bangsa yang multikulturalisme terdiri dari berbagai suku,ras,agama, dan bahasa tentunya, akan merasa kesultitan jika tak adanya bahasa yang mampu mempersatukan masyarakat Indonesia, Beruntung bulan Oktober 89 Tahun yang lalu para pemuda-pemuda berkumpul berikrar berbahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sehingga hingga kini bulan Oktober diperingati sebagai bulan bahasa, bulan pemersatu...

Ekstremisme Yang Semakin Mewabah

Agama Sebagai Kedok Ekstremisme Brutal Oknum Teroris Ekstremisme atau al-tatharruf artinya adalah berlebihan dalam memahami suatu paham agama yang dianutnya, lebih tepatnya menjalankan agama secara kaku dan berlebihan melewati norma-norma sosial yang berlaku. Seperti menganggap seseorang berbeda agama sebagai kafir, musuh yang harus dibunuh sebagai jihad kepada agama. Dari paham ekstremisme itulah lahir kelompok-kelompok tertentu yang menjadikan aksi teror sebagai aksi jihad kepada agama Ekstremisme menjadi paham yang semakin meluas di Indonesia penyebab utamanya karena keliru dalam memahami agama,fanatisme yang berlebihan dan egoisitas bahwa pendapatnya adalah selalu benar, yang utamanya bahwa masyarakat Indonesia yang mudah di doktrin dan di provokasi jika agamanya di pelintir, apalagi karena doktrin yang ada sudah terjadi di sekolah-sekolah bahkan didalam keluarga sendiri sedari kecil, sehingga kini banyak di temui orang-orang yang dengan mudah mengkafirkan orang lain yang ...

Film dan Problematika ‘Kartini’ Dalam Perspektif Masa Kini

Film dan Problematika ‘Kartini’ Dalam Perspektif Masa Kini Kartini-Kartini Muda Yang Tangguh Itu Bernama TKW Adalah suatu hal yang menarik untuk dibahas esai karya Setia Naka Andrian berjudul “Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif” (Tribun Jateng, 5 Agustus 2017) Esai ini seakan-akan menjadi angin segar bagi dunia perfilman dan para sineas-sineas muda Indonesia tentunya. Mengingat dalam beberapa tahun terakhir industri film Indonesia sedang dalam lesu-lesunya yang tentu saja menjadi hambatan para sineas-sineas muda tanah air dalam berkarya. Memang bukan hal yang aneh jika Masyarakat Indonesia akhir-akhir ini menjadi lebih gemar menonton film-film produser ternama luar negeri semacam Marvel dan DC Comics daripada menonton film karya anak bangsa mengingat masyarakat sudah suntuk,bosan,muak dijejali oleh film-film Indonesia yang lebih menonjolkan syahwat perempuan daripada mengunggulkan alur cerita,akting,kualitas dan indikator lainnya sebagaimana mestinya. Lesunya minat masyarak...