Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Merelakan Bakti untuk Mereka yang Terbuang

“Tuhan memilihkan jalan untuk saya berbakti kepada mereka yang terbuang” –Endah, Ketua Pengurus Yayasan Rela Bhakti.             Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan dan tidak ingin untuk mengunjungi sebuah tempat yang disebut sebagai panti jompo. Namun, Tuhan berkehendak lain Sabtu, 30 November yang lalu, tugas mata kuliah Psikolinguistik mengharuskan saya bersama teman-teman satu kelompok untuk berkunjung ke salah satu panti jompo di kota Semarang, Panti Rela Bhakti namanya. Yayasan panti jompo yang menampung lansia wanita terbuang dari keluarganya. Yayasan ini merupakan anak cabang dari yayasan serupa di Genuk.             “ Wah sing ganteng kok siji tok kii ” ujar salah satu dari mereka menunjuk saya setelah kami datang berkunjung sore itu. Ya, sore itu saya menjadi pusat perhatian para oma-oma disana karena kebetulan saya laki-laki sendiri. Sejujurnya saya ti...

Pesan Desember

Desember, perihal hujan yang sekian lama tak bertemu dan kamu yang ternyata sekadar bertamu. Tenang saja, ingatan tentangmu akan berumur panjang dan terpelihara dengan baik. kapanpun kamu butuh, datanglah kemari. akan ku suguhkan secangkir kopi susu kesukaanmu sembari ku ceritakan mengenai suatu hari di akhir desember hujan yang lama tak bertemu dan seseorang yang sepanjang tahun sekadar bertamu. Ingatlah sebagai aku yang pernah menjadi bagian paling penting sebelum pada akhirnya menjadi sebatas kenang, tak lagi memiliki bagian. Apa kabar? Lihatlah tanda tanya itu puan, sebagai bukti ada seorang lelaki yang sepanjang tahun bermusim hujan tanpa pernah bersemi Yogyakarta, 27 Desember 2019.

(Naskah Monolog) Cerita Bumi Kepada Langit

KALIAN SEMUA TELAH KU UNDANG UNTUK MENYAKSIKAN AKAD NIKAH SERTA IKRAR JANJI SETIA SELAMANYA ANTARA SEPASANG YANG ENTAH AKAN KAU SEBUT SEBAGAI APA NAMUN MEREKA SALING MENCINTAI YAITU MEMPELAI LAKI-LAKI BERNAMA BUMI DAN MEMPELAI PEREMPUAN BERNAMA LANGIT *MUSIK BANDA NEIRA* TELAH KU NIKAHKAN KAU PRIA BUMI DENGAN PEREMPUAN LANGIT DENGAN SEPERANGKAT RINDU YANG SUDAH KALIAN BAYAR LUNAS SELAMA RIBUAN TAHUN LAMANYA    Akhirnya apa yang kamu sedari dulu cari dapat kau temui juga sayang, sudah sangat lama kita tak bersua temu dengan kamu yang pergi tanpa ijin apalagi pamit JADI DISINI KALIAN SUDAH MENJADI GENAP YANG UTUH TANPA SEGALA BEDA YANG HARUS MENGGANJILKAN RASA. KALIAN TAK PERLU RISAU TENTANG PISAH, LIHATLAH BUNGA EDELWEIS DISANA PERLAMBANG BAHAGIA KEABADIAN YANG HAKIKI TANPA PERNAH ADA SEDIH APALAGI AIR MATA Sayang egois sekali kamu sewaktu itu, katamu kita harus berjuang bersama-sama hingga kita menemukan sosok itu, sosok yang mampu menikahkan langit dengan bumi dan ...