Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Desember

Desember Usiamu kian sesak menanggal Rindu menggebu-gebu sudah tertinggal Rasaku yang sudah kau anggap janggal Berlari mengejar berlomba oleh ajal Desember Hujan terlampau membasahi jendela Intuisiku yang hanya kamu anggap fana Menikam puisi untuk di tuliskan luka Agustus lalu yang yang membisukan kata-kata Untuk akhirnya desember patahkan.

Istirahatlah Kata-kata (Ulasan film)

Aku memang masih utuh dan kata-kata belum binasa, Solo 18 Juni 1997 -Wiji Thukul Dewasa ini sudah jarang sekali film yang bertema sejarah dan sastra, apresiasi tentu sangat di berikan kepada Yosep Anggi Noen yang berani membuat film yang pastinya akan menimbulkan kontroversi dan kritik oleh sebagian orang yang merasa tersindir ,Ya. “ Istirahatlah Kata-Kata” film tentang pelarian Wiji Thukul ke Pontianak seorang penyair yang menjadi buronan karena melawan rezim Soeharto saat itu melalui puisi-puisinya yang mampu meracuni ribuan mahasiswa dan rakyat untuk turun ke jalan menggulingkan pemerintahan serta kisah istri Wiji Thukul yang setia menanti kepulangan suami. Tidurlah kata-kata kita bangkit nanti sebuah narasi suara pembukaan film yang apik diambil dari penggalan puisi Wiji Thukul dan adegan termenung wiji thukul dengan tatapan kosong yang lelah seolah-olah memperingatkan penonton bahwa film ini akan penuh kata-kata ketidakadilan, apalagi bagi saya yang menonton film ini bers...