Pagi ini kuhitung adalah pagi ke 5 selepas kamu memberi keputusan Pagi ini masih sama dengan segelas kopi yang pahit di lidah Masih dengan tentangmu yang getir di ingat Masih dengan bimbang yang menyesaki kepala Baru kusadari ternyata bimbang melupakanmu lebih sulit dari sekedar memilikimu Tentang sebuah keinginan untuk menemukan pelabuhan lain Atau aku hanya berdiri di ujung dermaga Menunggu kamu akan mencintaiku suatu saat nanti Seperti yang kamu katakan beberapa hari yang lalu Sebab sejak saat rasa ini jatuh kepadamu Hampir separuh waktuku lelap bersama mimpi Yang aku pun tak tau kapan akan berakhir Aku masih saja mengharapkanmu seperti candu yang tak ingin ku akhiri Semarang. 21 Januari 2017 05:18 WIB