Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

November

November,  Rekah senyum'mu masih mengambang dibatas sadar Perihal cerita pertemuan singkat pada terik yang merekah  tenggelam dalam ingatan yang tak bergeming November, Ganjilmu selaras pada setiap langkah raguku Bayang yang kian menjauh tersamar oleh fiksi belaka Langkahku terburu,  bersama jarak yang kian tak terkejar November, Oktobermu sudah tanggal, namun tak bersama harap yang terlelap Deras hujan dibawah keningmu menjaga resah tepat di jantung puisi ini kata-kataku sudah mati terbunuh oleh  Waktu yang tak bertolerir lagi November, Segala tentangmu kian ambigu, habis sudah kata- oleh bimbangku..

Sebuah Catatan Kecil

Mendungmu adalah pertanda sebuah garis waktu kepergianmu Jejakmu kian samar, bersama jarak yang kian menyesat Pertanda bermuaranya resah, dan doa yang terpanjat Langit mendung adalah aku sebelum kamu bisikan selamat tinggal, dan hujan adalah deras di antara pipiku selepas kamu pergi. R. 308 Kampus 4 Univ PGRI Semarang, 13 November 2017 12:05

Sebuah Catatan Kecil

Bangku kayu nomor lima, bersama ganjil yang  berwujud resah Kata yang membisu, Sendu yang semakin nyeri Serupa dengan apa yang kamu bisikan sebelum berpisah Tak usah khawatir, Aku dan kamu sama-sama percaya takdir Tinggal aminkan bersama, kita bertemu lagi suatu hari nanti. Stasiun Pekalongan, 12 November 11:10 WIB